Serunya Menjadi Duta Pariwisata, Cerita Medelin

Tahun 2019 pemerintah kabupaten Ende kembali menggelar Flores Ethnic Fashion, sebagai salah satu acara dalam rangkaian festival Sepekan Pesta Danau Kelimutu.

Tahun 2019 merupakan kali kedua ajang tersebut digelar di kabupaten Ende.

Perlombaan Flores Ethnic Fashion sebenarnya mulai dirancang pada tahun 2016. Hal tersebut dijelaskan oleh Kabid Promosi Dinas Pariwisata Ende, Yuli Rukas.

Pada tahun 2016 bekerja sama dengan Kementrian Pariwisata, Dispar Ende menghadirkan desainer ternama Dian Oerip untuk memberikan wawasan kepada pelajar tentang busana daerah.

“Kita lihat animo pelajar besar sekali. Mereka aplikasikan materi-materi yang dibawakan mbak Dian,” cerita Yuli Rukas (9/8).

Tahun 2018, setelah dirasa siap, Dispar Ende kemudian menggelar acara fashion ethnic.

Pada gelaran pertama di tahun 2018, ajang ini tidak dilombakan namun hanya dicari Penampilan Terbaik dari seluruh peserta.

Pemenang dalam ajang Fashion Ethnic 2018 adalah Medelin Sare, siswa Syuradhikara Ende.

Serunya Menjadi Duta

Medelin, yang dihubungi endeh.id (9/8), mengatakan, setelah memenangi ajang tersebut di tahun 2018, dirinya diikutkan dalam beberapa kegiatan pariwisata. Salah satunya adalah ajang Putri Tenun NTT 2019.

Ajang Putri Tenun NTT merupakan perlombaan busana tradisional yang digelar Pemprov NTT, tepatnya pada bulan Juni 2019.

Cerita Medelin, perlombaan dilaksanakan diadakan selama 3 hari.

“Hari pertama itu, mulai dengan ceck in hotel terus ada pembekalan dari panitia, dan setting baju,” kata Medelin.

Hari kedua Medelin mengikuti Work Shop yang dihadiri Ibu Gubernur NTT, Juli Laiskodat. Pada kesempatan ini Juli memberikan penjelasan tentang perlombaan kepada peserta.

Pada hari ketiga, perlombaan tersebut dimulai, dan dibagi ke dalam 2 Sesi.

“Sesi Pertama itu untuk mencari 20 besar, terus Sesi Kedua untuk 10 besar,” lanjut Medelin, di Sesi kedua, para peserta mulai diberikan pertanyaan.

Setelah itu dilakukan Sesi Ketiga untuk mencari 5 besar, yang langsung dilanjutkan dengan mencari 3 besar.

Singkat cerita Medelin yang mewakili kabupaten Ende berhasil meraih Juara 3 dalam ajang tersebut. Menurutnya, ajang tersebut amat menarik sebab selain menambah pengalaman ia juga dapat berkenalan dengan peserta dari berbagai daerah.

Selain itu, dirinya senang karena sebagai salah satu pemenang, mereka diberangkatkan oleh Pemprov NTT ke Jakarta.

Ditemani oleh Juli Laiskodat, mereka berada di Jakarta selama 6 hari untuk mengikuti berbagai latihan oleh para tutor.

“Sekaligus di sana kita, Juara 1, 2, dan 3, dapat hadiah tambahan,” kenang Medelin.

Pelatihan selama seminggu di Jakarta tentu menambah pengalaman dan pengetahuan Medelin, yang memang menggemari dunia modeling. Selain itu, pelatihan juga amat berguna bagi mereka selaku Duta Pariwisata NTT 2019.

Untuk di tingkat kabupaten Ende sendiri, sebagai pemenang Ethnic Fashion 2018, Medelin juga menjalani pemotretan untuk busana daerah pada 2018.

Menurut Kabid Promosi Dispar, Yuli Rukas, pihaknya memang berupaya melibatkan para pemenang untuk terlibat mempromosikan kekhasan budaya Ende.

Untuk tahun 2018, karena kali pertama Fashion Ethnic di adakan, diakui bahwa para pemenang masih kurang dilibatkan.

Namun, setelah melihat prospek ajang tersebut pada 2019, pihaknya akan lebih memaksimalkan peran para pemenang dalam promo wisata.

Peran dan pelatihan untuk para pemenang amat dibutuhkan sekarang ini mengingat daerah-daerah lain juga sedang gemar promosi wisata melalui Fashion Ethnic.

Menurut Medelin, penampilan para pesaingnya di ajang Putri Tenun NTT sangat mengagumkan. Mereka tampil layaknya model profesional, diluar dugaan Medelin.

Medelin menuturkan, pesaingnya merupakan para pemenang dari berbagai daerah yang dilatih dan dipersiapkan khusus. Karena itu dirinya amat bersyukur sempat mengikuti latihan-latihan modeling di sekolah maupun di salah satu komunitas di Ende.

Dirinya memperkirakan, ke depan persaingan antara daerah dalam fashion ethnic akan semakin ketat.

Agustinus Rae