Menang Flores Ethnic Fashion, Ini Hadiah yang Akan Diterima Mariati

Pemerintah Kabupaten Ende menggelar lomba Flores Ethnic Fashion, pada hari Kamis 8 Agustus 2019. Pemenang tahun ini adalah Mariati Robertin.

Sebagai pemenang Mariati mendapatkan uang senilai 3,5 juta rupiah. Hadiah uang yang diterima Mariati ini lebih besar dibanding yang diterima oleh pemenang ajang Putri Tenun NTT yang digelar Pemprov, yakni sebesar 3 juta rupiah.

Selain itu Mariati juga menerima Mahkota bergilir, sertifikat, dan akan diikutkan dalam berbagai event perlombaan pariwisata mewakili kabupaten Ende.

Tak sampai disitu, menurut Kabid Promosi Dispar Ende, Yuli Rukas (9/8), pihaknya juga akan berupaya mengikutkan Mariati dalam kegiatan lainnya seperti pemotretan, seminar, dan sebagainya, untuk mendekatkan kaum muda dengan busana tradisional.

Metode Penilaian

Lomba Flores Ethnic Fashion tahun ini merupakan kedua kalinya ajang yang menggabungkan antara modeling dan budaya tersebut digelar.

Tahun lalu atau pada 2018, ajang ini digelar hanya untuk Eksebisi. Menurut Kabid Promosi Dinas Pariwisata Ende, Yeli Rukas, yang dimaksud dengan Eksbisi bahwa ajang ini tidak dilombakan saat itu.

Dirinya menjelaskan, meskipun tidak dilombakan akan tetapi tetap dicari pemenang untuk kategori Penampilan Terbaik.

Pemenang pada tahun 2018 adalah Medelin Sare, yang kemudian didaulat menjadi Duta Ethnic Fashion Kabupaten Ende.

Prospek ajang ini semakin dilirik setelah gelaran perdana tersebut. Apalagi, setelah Medelin yang mewakili Ende berhasil meraih Juara 3, Pemilihan Putri Tenun NTT 2019.

Karena mulai dikenal maka jumlah peserta pada 2019 meningkat drastis. Tahun ini yang mendaftarkan diri mengikuti ajang ini tercatat 53 orang.

Setelah melalui proses seleksi jumlah mereka mengerucut tinggal 21 orang peserta.

Dalam penyelenggaraan tahun ini juga, untuk pertama kalinya penilaian menggunakan standart penilaian nasional.

Rikin Radja, salah satu juri dalam Fashion Ethnic tahun ini mengatakan, penilaian tahun ini meliputi berbagai aspek yang dibagi ke dalam 2 Sesi.

Untuk Sesi 1 dilaksanakan pada 7 Agustus 2016. Penilaian dalam Sesi ini meliputi estetika, desain, kerapihan, ketepatan busana dengan obyek, dan attitude.

“Didalam estetika itu, ada keindahan (busana), keunikan dan kekhasan, dalam arti harus selaras, sepadan dan dinamis,” jelas Rikin (8/8).

Untuk aspek desain, yang dinilai adalah kombinasi tenun yang akan digunakan tanpa melebihi bahan. Lalu, setelah itu dinilai bagaimana kerapihan dan ketepatan busana dengan obyek.

Penilaian terakhir dalam Sesi ini adalah mengenai attitude. Untuk attitude, menurut Riki, para juri menilai pembawaan pribadi ketika berbicara.

“Cara berdiri bagaimana ketika berbicara, bagaimana cara menjawab pertanyaan, itu kami nilai.”

Kemudian dilakukan penilaian lagi di Sesi 2 yaitu catwalk atau tenknik peragaan. Yang dinilai pada Sesi ini adalah ekspresi, body language, penampilan fisik, dan make up.

Pemenang tahun ini, Mariati, yang diwawancarai endeh.id (8/8) mengungkapkan rasa syukurnya.

Dirinya menuturkan bahwa keikutsertaannya dalam ajang ini didorong oleh niat ingin mempromosikan budaya dan pariwisata kabupaten Ende.

Senada dengan Mariati, Rini Sama yang merupakan Juara 2 dalam ajang ini, mengakui niatnya ingin mengangkat budaya kabupaten Ende.

Untuk diketahui, sebagai Juara 2, Rini menerima Mahkota dan sertifikat. Ia juga akan menerima hadiah uang sebesar 3 juta rupiah.

Agustinus Rae