Home Artikel Daftar Bupati Ende Sejak 1958

Daftar Bupati Ende Sejak 1958

Bupati Ende, Marselinus Y. W. Petu yang berpulang pada hari Minggu, 26 Mei 2019 meninggalkan catatan sejarah bagi masyarakat Ende, khususnya tentang kepemimpinan.

Dengan mangkatnya Marsel dari kursi kepemimpinan maka dengan sendirinya ia tercatat sebagai putra daerah ke 8, yang pernah memimpin kabupaten Ende.

Berikut daftar bupati, masa jabatan, beserta karya-karya mereka bagi kabupaten Ende sejak tahun 1958.

Karya-karya sejak bupati pertama Winokan hingga bupati ke 6 Paulinus Domi, dicatat oleh Lukas Lege dalam bukunya, Membangun Ende Sare, 2005.

1. Mauritz Geradus Winokan (1958-1967)
Beliau mencanangkan tiga program, yakni, mempersatukan kerajaan Ende-Lio, pendidikan anak daerah, dan membuka jalan jalur pariwisata menuju danau Kelimutu.

2. Haji Hassan Areoboesman (1967-1973)
Bupati Haji Hassan Areoboesman berjasa dalam merintis pembukaan Bandara Ipi Ende, yang kemudian sebagai kenangan atas jasa beliau, bandara tersebut diberi nama Bandara H. Hassan Areoboesman.

3. Drs. Herman Josef Gadi Djou (1967-1973)
Dalam masa sistem pemerintahan yang sentralistis maka program seorang bupati adalah melaksanakan program pemerintah di atasnya.

Pada masa kepemimpinan beliau, dilakukan berbagai program Instruksi Presiden (Inpres), seperti Inpres Sekolah Dasar, Inpres sarana-prasarana, kesehatan, jalan dan jembatan, bantuan desa, dsb.

4. Drs. Yohanes Pake Pani (1983-1994)
Adapun program-program pada masa Pake Pani dibagi menjadi dua bagian: Program Dasar dan Program Khusus.

Program Dasar dilaksanakan melalui mekanisme perencanaan dari bawah untuk memperoleh dukungan dana dari pemerintah di atasnya. Biasanya realisasi melalui Inpres.

Sedangkan, untuk Program Khusus ia tetapkan melalui apa yang dikenal dengan nama Tridharma Pembangunan Kabupaten Ende.

Tri Dharma meliputi sapta program, benah desa, dan gerakan meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat.

5. Letkol Frans Gedowolo (1994-1999)
Bupati Frans Gedowolo, dalam kepemimpinannya, mencanangkan program Tri Sukses Kabupaten Daerah Tingkat II Ende.

Tri Sukses ini meliputi pertama, sukses tujuh program srategis propinsi NTT, kedua, sukses enam program praktis. Dan ketiga, sukses benah desa.

6. Paulinus Domi (1999-2004 dan 2004-2009)
Paulinus Domi dikenal dengan visi kepemimpinan yang dirumuskan secara singkat, Ende Sare: Terwujudnya masyarakat Ende yang mandiri, solider, sejahtera dan berbudaya.

Berbagai pembangunan khususnya infrastruktur dibangun pada masa ini.

Diluar pembangunanan, masa kepemimpinan Paulinus Domi merupakan proses transisi model kepemimpinan dan sistem pemerintahan sebagai pengaruh Reformasi.

7. Drs. Don Bosco M. Wangge, M.Si (2009-2014)
Masa kepemimpinan Don Wangge sangat akrab dengan gerakan swasembada pangan yang ia canangkan.

Fokus perhatian pemerintah daerah pada masa ini ialah memacu produktifitas petani, sembari tetap melakukan pembangunan di bidang lain.

8. Marselinus Y. W. Petu (2014-2019 dan 2019-2024)
Kepemimpinan Marsel Petu dikenal dengan visi: Membangun dari desa dan menata kota. Dari dasar inilah seluruh program dijabarkan.

Di bidang pariwisata, Marsel Petu secara rutin setiap tahun mengadakan festival-festival, yang berhasil menaikan angka wisatawan dari 30-an ribu mencapai lebih dari 100ribu angka kunjungan.

Di bidang kesehatan beliau berhasil melobi pemerintah pusat untuk membangunan satu buah Rumah Sakit Pratama. Lalu, di bidang infrastruktur beliau juga membangunan ruas-ruas jalan dan menyelesaikan beberapa pembangunan gedung yang sempat mandek. Itu belum termasuk dengan renovasi pasar.

Transportasi, khususnya jalur laut yang sebelumnya kurang diperhatikan beliau buka. Dan, dari akses transportasi laut yang kini ramai inilah, perdagangan di kabupaten Ende paling hidup di antara kabupaten lain di Flores.

Masih di bidang infrastruktur, beliau berusaha menutupi kekurangan pasokan listrik melalui Sokoria Gheotermal.

Beliau juga berhasil menaikan APBD Ende mencapai lebih dari 1 triliun, untuk pertama kalinya.

Berbagai pencapaiannya membuat dirinya menerima beragam penghargaan dari tingkat propinsi hingga di tingkat pusat.

Namun, karyanya bagi Ende mesti berkesudahan setelah dipanggil Tuhan pada Minggu, 26 Mei 2019.

Sebelum meninggal, beliau masih sempat mengupayakan bidang pariwisata, sejarah dan tata kota, dengan melakukan renovasi besar-besaran Monumen Pancasila di Simpang Lima dan Taman Renungan Bung Karno, yang mulai disosialisasikan.

Beliau juga sempat melaunching merk beras hasil petani lokal, yang diberi merk Mautenda dan Ekoleta pada 20 Mei 2019.

Dengan kepergian Marselinus Y. W. Petu maka kabupaten Ende kembali kehilangan salah satu putra terbaik yang dimiliki.

Agustinus Rae